You are here: Home > Uncategorized > Kotabaru #2: Kota Baru-Lontar-Tanjung Lalak- Perjalanan yang menantang

Kotabaru #2: Kota Baru-Lontar-Tanjung Lalak- Perjalanan yang menantang



Aku terlempar, bergerak dengan liar ke kiri-kanan-atas-bawah-depan belakang, sekali-kali kepala terantuk. Perjalanan darat kali ini serasa dalam mesin cuci.

Hari ini aku dan teman-teman seperjalanan melanjutkan perjalanan dari Kotabaru menuju Lontar kemudian ke Tanjung Lalak. Jarak yang hanya berkisar 150 km, menurut taksiran kami yang terbiasa dengan kondisi jalan perkotaan , seharusnya dapat ditempuh dalam waktu 2 jam. Informasi yang diperoleh dari orang setempat Kotabaru-Lontar seharusnya dapat ditempuh dalam waktu 3 jam, karena kondisi jalannya yang rusak.

Perjalanan 40 km pertama dari Kotabaru ke Tanjung Serdang memang tidak mengalami hambatan berarti, kondisi jalan cukup bagus, sehingga perjalanan dapat dinikmati. Namun perjalanan setelahnya benar-benar penuh goncangan. Kami cukup beruntung karena tidak hujan, kalau tidak bahkan jalan tersebut tidak dapat dilewati. Praktis dalam perjalanan tersebut aku tidak dapat tidur.

Meskipun demikian, pemandangan disekitarnya sebenarnya cukup menarik. Jalan yang berada di pesisir barat pulau Kotabaru menyajikan banyak pantai yang masih alami. Sungguh sayang begitu banyak potensi wisata yang ada tidak ditunjang dengan akses jalan yang baik.

Sesampai di Lontar kami istirahat sebentar. Kami sempatkan juga untuk berkunjung ke Teluk Tamiyang, sebuah daerah sentra perkebunan rumput laut. Tapi disini tidak banyak yang terlihat, karena belum musim untuk panen rumput laut. Disekitar pantai Lontar, kami sempatkan hunting foto sunset. Kebetulan sekali matahari tidak terhalang awan.

Perjalanan hari terakhir hari itu adalah menuju Tanjung Lalak. Tanjung Lalak merupakan sebuah kecamatan yang berseberangan langsung dengan Pulau Kerayaan, tujuan kami esok hari. Berada di sisi selatan pulau Kotabaru ± 40 km dari Lontar, tidak banyak yang dapat dilihat karena hari sudah malam.  Aku berharap besok pagi masih sempat mengambil beberapa foto di sini sebelum menyeberang ke Pulau Kerayaan.

Beberapa kendala yang cukup terasa di kecamatan ini adalah keterbatasan air bersih dan ketiadaan aliran listrik di siang hari. Menjadi sebuah pekerjaan rumah lagi untuk pemerintah daerah setempat jika ingin mengoptimalkan daerah-daerah terpencilnya. Bagaimanapun, pemandangan-pemandangan di daerah ini membuatku bersyukur untuk pernah mengunjunginya. So..go happy hunting***



The BEST holidays

Tags: ,

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Leave a Reply